Tugas Pertemuan 3 Jaringan Komputer
Nama : Nely Lusiana
NIM : 12171617
Kelas : 12.4A.35
Dosen Pengampu : Dany Pratmanto, M.Kom
Tugas Mandiri!
Buatlah resume perangkat jaringan
:
-
- Repeater
- -
Bridge
- -
Network
Interface Card (NIC)
Jawab :
1. REPEATER
A.
Pengertian
Repeater
Secara bahasa, kata repeater berasal dari bahasa Inggris
“Repeat” yang memiliki arti pengulangan. Secara terminologi, definisi repeater
yaitu pengulang kembali atau secara lengkapnya yaitu alat yang berfungsi untuk mengulang
atau meneruskan kembali signal ke area sekitar perangkat ini dengan lebih
mudah.
Definis repeater yaitu suatu alat atau perangkat yang
mempunyai fungsi untuk menyebarkan jangkauan sinyal. Sinyal Wifi yang belum
terjangkau oleh sinyal dari server yang mana tujuan hal itu ialah untuk
menangkap sinyal Wifi.
Untuk memenuhi hal tersebut, repeater dibuat menjadi dua
alat yakni sebagai penerima sinyal dari server “client” dan sebagai penyebar
lagi sinyal Wifi “Accesspoint”. Repeater yang ada pada ruangan merupakan suatu
alat yang terpasang di titik tertentu dalam jaringan demi tujuan memperbaharui
sinyal agar memiliki kembali kekuatan dan bentuknya seperti semula.
Tujuannya ialah untuk memanjangkan jarak yang bisa
dijangkau. Hal itu diperlukan karena sinyal mengalami perubahan bentuk dan
melemah selama transmisi. Repeater pada ruangan tersusun atas antena yagi yang
fungsinya untuk menerima sinyal di luar ruangan. Selanjutnya akan diteruskan ke
booster untuk dikuatkan. Setelah itu dipancarkan dengan Antena Omni menjadi di
daerah itu ada sinyal yang lemah menjadi lebih kuat.
B.
Cara Kerja
Repeater
Untuk hal ini fungsi repeater yaitu untuk menyebarluaskan
jangkuan jaringan Wifi, hal ini dapat dijalankan dengan cara menerima sinyal
data dan kemudian dipancarkan lagi. Sebelum dipancarkan kembali, sinyal itu
sudah masuk ke repeater yang dikuatkan terlebih dahulu dengan kedua komponen
dasarnya yang bertugas untuk menerima data sinyal dari transmitter dan yang
kedua memancarkan kembali data sinyal itu.
Sesudah menerima data sinyal dari transmitter, repeater akan
menjalankan perubahan frekuensi menjadikan bisa mengeluarkan manfaat untuk
sinyal data yang dipancarkan dapat menjadi lebih kuat. Untuk itu sinyal juga
akan menjadi lebih kuat dan mempunyai cakupan yang lebih luas. Proses seperti
itu, repeater mempunyai dua sistem yang sering dipakai, sistem repeater dalam
jaringan dinamakan dengan analog repeater dan digital repeater.
Makna dari analog repeater yaitu sistem repeater yang
mengirimkan sinyal data berupa data analog. Analog repeater mengkonsumsi daya
listrik sesuai dengan amplitudo atau besaran yang dikirimkan. Sedangkan untuk
digital repeater mengirimkan sinyal data berupa bentuk digital. Data seperti
itu dikirimkan berupa binary dengan diwakili oleh angka 1 dan 0 dan serta ada
proses tambahan.
C.
Fungsi
Repeater
Menurut Herlambang dan Aziz “2008” menyatakan Repeater
mempunyai fungsi sebagai penguat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu
segmen kabel kemudian memancarkan kembali sinyal itu dengan kekuatan yang sama
dengan sinyal asli di segmen kabel lain.
Fungsi
Repeater antara lain yaitu:
- Untuk mencangkup daerah yang lemah sinyal dari server “pemancar”.
- Untuk memudahkan akses sinyal Wifi yang dari server.
- Untuk meluaskan jangkauan sinyal dari server atau pemancar.
Pemakaian repeater antara dua segmen atau lebih segmen kabel
LAN yang harus digunakan protocol physical layer yang sama antara segmen kabel
itu. Di antara contohnya dengan repeater dapat menghubungkan dua buah segmen
kabel Ethernet 10BASE2.
D.
Jenis-Jenis
Repeater
Adapun
jenis-jenis repeater yang diantaranya yaitu:
1 Telephone
Repeater
Telephone repeater merupakan jenis
repeater yang dipasang di saluran telepon dengan sinyal yang akan terdegradasi
karena jarak tempuh yang jauh menjadikan sinyal yang diterima oleh para user
telepon bisa lebih lepas.
2 Optical
Communications Repeater
Optical Communications repeater
merupakan jenis repeater yang fungsinya menguatkan jangkauan sinyal pada kabel
serat optik “fiber optic cable”, di jenis repeater ini dalam serat kabel optik
ada informasi digital secara fisik berwujud sebagai light pulses “pulsa cahaya”
yang terbuat dari foton yang bisa tersebar secara mengacak dalam kabel serat
optik.
3 Radio
Repeater
Radio repeater merupakan jenis
repeater yang fungsinya untuk menguatkan sinyal radio. Pada umumnya jenis
repeater ini mempunyai satu antena yang fungsinya dan juga secara receiver dan
transmitter. Repeater jenis ini akan mengubah frekuensi sinyal yang bisa
menerima sebelum dipancarkan kembali, sinyal itu dipancarkan melalui sinyal
repeater ini akan bisa menebus objek penghalang.
E.
Manfaat
Repeater
Banyak
manfaat yang bisa kalian peroleh dari repeater, manfaat tersebut ialah sebagai
berikut:
- Koneksi tidak terputus-putus saat kalian berselancar di Internet, kecuali dalam keadaan jaringan operator sedang bermasalah.
- Sinyal yang diterima menjadi stabil dan tidak naik-turun, sehingga akan membuat koneksi internet kalian lancar.
- Membuat modem tidak cepat panas, karena biasanya modem cepat panas disebabkan oleh penerimaan sinyal yang tidak stabil.
- Membuat baterai menjadi awet, karena jika sinyal kurang baik maka telepon selular akan lebih banyak menguras baterai.
- Kegiatan komunikasi seperti SMS-an, menelpon, Video Call akan semakin lancar meskipun posisi kalian sedang ada di daerah terpencil dan sangat jauh dari pemukiman kota.
F.
Kelebihan
Dan Kekurangan Repeater
Adapun
kelebihan dan kekurang repeater yang diantaranya yaitu:
1 Kelebihan
Repeater
- Sebuah perangkat digital yang memperkuat, membentuk ulang atau membuat kombinasi dari salah satu fungsi pada sinyal input digital pada transmisi ulang.
- Repeater bekerja pada sinyal fisik yang sebenarnya sehingga jangan mencoba untuk menginterpretasikan data yang dikirim.
- Bisa menguatkan sinyal.
- Repeater bekerja di lapisan fisik, dilapisan pertama dan model OSI.
- Sebuah analog perangkat yang menguatkan input sinyal terlepas dari alam “analog atau digital”.
- Kekurangan Repeater.
2 Kekurangan
Repeater
- Tembaga untuk serat.
- Memanjangkan jarak fisik perangkat jaringan.
- Repeater harus diletakkan pada tempat yang tinggi.
- Tidak untuk secara serius mempengaruhi kinerja jaringan khusus tersambung dengan media yang berbeda.
2. BRIDGE
A.
Pengertian
Bridge
Bridge atau network bridge yang dalam istilah bahasa
Indonesia disebut dengan jembatan jaringan merupakan sebuah komponen
jaringan yang banyak dipergunakan untuk memperluas jaringan atau membuat segmen
jaringan.
Bridge mampu menghubungkan sesama jaringan LAN (Local
Area Network) komputer. Selain itu, bridge juga digunakan untuk
mengubungkan tipe jaringan komputer yang berbeda seperti Ehernet. Bridge
akan memetakan alamat Ethernet dari setiap titik yang ada pada masing-masing
segmen jaringan kemudian menyeleksi dan hanya memperbolehkan perpindahan data
yang diperlukan melalui jaringan.
Wireless
Bridge
Bridge biasanya menggunakan topologi tree.
Artinya, hanya ada sebuah rute untuk berbagai tujuan transmisi atau paket data
yang akan dipindahkan. Dara akan menempuh beberapa jalur yang seringkali
mengakibatkan keterlambatan transmisi data. Ibaratnya sebuah paket, bridge
berguna untuk menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmen sama, maka paket
akan ditolak, sementara jika segmen berbeda, maka paket akan diteruskan ke
segmen tujuan.
Cara kerja bridge jauh lebih canggih daripada repeater,
walau begitu belum secanggih router. Bridge bekerja pada lapisan data link
layer model OSI (Open System Interconnection). Dengan model OSI,
bridge mampu menghubungkan jaringan komputer yang menggunakan metode transmisi
yang berbeda atau medium access control yang berbeda. Berbeda dengan
router yang bekerja pada lapisan jaringan dan repeater yang bekerja pada
lapisan fisik.
B.
Fungsi
Bridge
Secara umum, bridge adalah alat yang berfungsi untuk
menghubungkan dua jaringan. Bridge juga berfungsi untuk memecah satu jaringan
yang besar menjadi dua jaringan lebih kecil sehingga akan meningkatkan performa
jaringan. Fungsi bridge lainnya secara detail dapat dijabarkan dalam beberapa
poin berikut :
1.
Sebagai Penghubung Dua Jaringan di Tempat Jauh
Secara geografis, misalnya saja di sebuah universitas,
terdapat beberapa bangunan yang terpisah cukup jauh. Akan lebih ekonomis untuk
memiliki LAN yang terpisah di masing-masing bangunan dan menghubungkannya
dengan bridge, dibanding jika harus menyambungkan semua tempat dengan
menggunakan kabel koaksial.
2.
Otonomi dari Masing-masing Jaringan
Seperti di jaringan perkantoran, setiap departemen memiliki
kepentingannya masing-masing, memiliki komputer pribadi, workstation, dan
servernya sendiri. Setiap departemen yang tujuan berbeda akan lebih baik dengan
jaringan yang berbeda namun terhubung dengan menggunakan bridge.
3.
Untuk Mengakomodasi Beban Jaringan
Misalkan di sebuah universitas banyak workstation yang
kelebihan beban karena banyak dipakai oleh mahasiswa dan dosen untuk dipakai
meminta file yang berada di mesin file server untuk diunduh ke mesin pengguna
berdasarkan permintaan. Jika ukuran file besar, maka akan menghambat
penyimpanan di LAN tunggal, sehingga akan lebih baik menggunakan dua LAN yang
dihubungkan dengan bridge.
C.
Kelebihan
dan Kekurangan Bridge
Perangkat
bridge
Sebagai sebuah jembatan jaringan, bridge memiliki kelebihan
dan kekurangan tersendiri. Kelebihan bridge adalah ia hanya bisa bekerja pada
lapisan Data Link, sehingga tidak dimungkinkan terjadinya transmisi dari
satu protokol ke protokol lainnya. Selain itu, bridge juga mampu mendukung
beberapa protokol seperti NetBEUI dan LAT yang tidak mungkin
dilayani oleh router.
Walau begitu, bridge memiliki kekurangan seperti tidak
dimungkinkannya transmisi melalui jalur atau protokol yang berbeda. Selain itu,
bridge juga hanya meneruskan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya
dengan kecepatan 10 MBPS. Bridge juga hanya meneruskan transmisi tanpa bisa
menerjemahkan komunikasi antar protokol.
D.
Cara Kerja
Bridge
Untuk memahami cara kerja bridge, bridge dapat diibaratkan
seperti ‘repeater yang cerdas’. Repeater bekerja dengan cara menerima sinyal
yang datang dari sebuah kabel jaringan, melakukan amplifikasi pada sinyal
tersebut, kemudian mengirim sinyal tersebut ke kabel jaringan lainnya. Repeater
melakukan kerjanya ini secara buta tanpa memperhatikan isi pesan yang
terkandung dalam sinyal tersebut.
Cara
kerja bridge
Kontras dengan kerja repeater, bridge merupakan alat yang
sedikit lebih cerdas. Bridge mampu memahami isi dari sinyal yang datang. Bridge
mampu menerima sinyal dan secara otomatis menemukan alamat tiap-tiap komputer
di dua jaringan yang terhubung melalui bridge.
Kemudian bridge juga mampu memilah pesan yang datang dari
satu sisi jaringan, kemudian melakukan broadcast di jaringan lainnya,
namun jika dan hanya jika sinyal pesan dari satu jaringan tersebut memang
ditujukan untuk diinfokan pada jaringan yang lain.
Sekian pembahasan kali ini mengenai pengertian bridge
beserta fungsi dan cara kerja bridge. Bridge ini mempunyai banyak manfaat,
salah satunya bisa digunakan untuk menghubungkan departemen marketing dan
departemen keuangan di suatu perusahaan, dengan masing-masing departemen memiliki server tersendiri.
Bridge kemudian bekerja agar kedua jaringan tidak saling
membuat macet. Bridge mampu menghubungkan satu komputer di departemen marketing
dan satu lainnya di departemen keuangan ketika dibutuhkan. Dengan begitu,
secara keseluruhan kinerja kedua jaringan tersebut meningkat.
3. NETWORK INTERFACE CARD (NIC)
A. Pengertian
NIC (Network Interface Card)
NIC merupakan sebuah perangkat keras jaringan, yang secara
fisik berbentuk seperti sebuah kartu ekspansi, yang memungkinkan setiap
komputer dapat terhubung dengan suatu jaringan dengan menggunakan kabel
jaringan. NIC (Network Interface Card) ini juga memiliki beberapa
istilah lainnya, seperti Kartu Jaringan (Network Card), LAN Card dan
juga Ethernet Card .
NIC dipasangkan pada sebuah slot yang tedapat di dalam
motherboard komputer. Saat ini seluruh jenis motherboard yang ada di dunia
sudah mendukung slot untuk ekpansi NIC ini, jadi tidak ada alasan bagi sebuah
produsen komputer untuk tidak menanamkan NIC di dalam komputer produksinya. NIC
ini menggunakan port yang dikenal sebagai port RJ – 45, yang mana berfungsi
sebagai port dalam menghubungkan kabel ataupun antenna wireless di dalam sebuah
komouter, agar komputer tersebut bisa terhubung ke dalam jaringan.
B.
Jenis –
Jenis dari NIC
Network
Interface Card pada dasarnya terbagi menajdi dua jenis. Berikut ini adalah
kedua jenis Network Interface Card :
1. Network Interface Fisik / Physica
Sesuai dengan namanya, Network Inteface card fisik merupakan
sebuah Network Interface yang dapat didefinisikan secara fisik,
berbentuk kartu dan ditancapkan pada slot di dalam motherboard. NIC fisik
inilah yang biasa kita gunakan sehari – hari, yang memiliki port RJ – 45 untuk
mengkoneksikan sebuah komputer ke dalam jaringan menggunakan kabel.
2. Network Interface Logis / Logical
Berbeda degan NIC fisik, NIC logis merupakan sebuah Network
Intrface Card yang tidak dpat didefinisikan secara fisik. Itu artinya, NIC
Logis merupakan sebuah software atau sebuah program yang dibuat untuk
mendefinisikan dirinya seolah – olah menjadi sebuah Network Interface Card.
C. Tugas Utama dari NIC
NIC pada dasarnya memiliki beberapa fungsi. Namun demikian,
disamping berbagai macam fungsi yang terdapat pada NIC tersebut, NIC memiliki
satu tugas utama yang paling penting. Tugas utama dari sebuah NIC tersebut
adalah untuk mengubah aliran data berbentuk parallel di dalam bus sebauh
komputer menjadi aliran data yang berbentuk serial, sehingga nantinya aliran
data yang berbentuk serial tersebut bisa saling di transmisikan di dalam media
jaringan komputer.
D.
Fungsi
dari NIC (Network Interface Card)
Seperti sudah disebutkan sebelumnya, selain memiliki tugas
utama sebagai converter atau pengubah aliran data yang berbentuk parallel
menjadi aliran data yang berbentuk serial, NIC ini juga memiliki beberapa
fungsi lainnya. Secara teoritis, ada beberapa fungsi dari NIC ini di dalam
sebuah jaringan komputer.
Berikut ini adalah beberapa fungsi dari NIC atau Network
Interface Card di dalam jaringan komputer secara teoritis :
- Sebagai media pengirim data dari satu komputer ke komputer lainnya
Secara teoritis, Network Interface Card memilki fungsi yang
penting untuk mengirimkan data dari sebuah komputer menuju komputer lainnya.
Fungsi pengiriman data ini biasanya merupakan tugas dan juga fungsi dari sebuah
komputer server, dimana komputer server bertugas untuk menyediakan data dan
juga berbagai permintaan akan transmisi data yang direquest oleh klien atau
user.
Dengan adanya NIC ini, maka server dapat mengolah data yang
dibutuhkan oleh klien atau user, dan kemudian mengirimkannya ke user, dengan
alur yang berawal dari NIC milik server, diteruskan melalui sebuah kabel jaringan,
yang kemudian diterima oleh NIC milik user atau klien.
- Sebagai pengontrol data flow antar komputer yang menggunakan sistem kabel jaringan
Selain dapat melakukan pengiriman data secara teoritis
Network Interface Card juga memiliki fungsi lainnya, yaitu sebagai pengontrol
data flow atau aliran data dari sebuah jaringan komputer, terutama yang
menggunakan sistem jaringan kabel. Hal ini merupakan fungsi yang sangat
penting, dimana NIC dapat membantu menjaga agar data yang dikeluarkan dan juga
diterima tidak berlebihan.
Selain itu juga dapat membantu mencegah terjadinya kepadatan
arus informasi dan data yang mengalir di dalam sebuah jaringan komputer,
terutama yang menggunakan jaringan kabel.
- Menerima data dari komputer lain
Apabila fungsi nomor 1 mengacu kepada fungsi yang dimiliki
oleh sebuah server di dalam jaringan komputer, maka pada point ini, fungsi dari
sebuah Network Interface Card berada pada komputer client atau user. Ketika
bertindak dan bekerja di dalam komputer yang merupakan komputer client atau
server, maka NIC berfungsi untuk menerima data dan informasi yang sudah
ditransmisikan oleh server di dalam jaringan. Dengan begitu, setiap data yang
mengalir dan juga ditransmisikan akan bisa diterima oleh komputer user atau
klien.
- Menterjemahkan data menjadi bentuk bit, sehingga dapat dimengerti oleh komputer penerima
Fungsi lainnya dari NIC secara teoritis adalah melakukan
konversi. Konversi ini meruapakan sebuah proses perubahan, yang dilakukan oleh
NIC untuk mengubah aliran data di dalam sebuah jaringan menjadi bentuk
bit. Bit merupakan bentuk atau formata yang bisa dibaca dan juga diolah
oleh sebuah komputer, sehingga data yang ditransmisikan tersebut menjadi
berguna dan akhirnya bisa diolah dan juga dibaca baik oleh komputer penerima
ataupun komputer pengirim.
Selain fungsi secara teoritis, Network Interface Card juga
memiliki banyak fungsi praktis. Fungsi praktis merupakan fungsi dari Network
Interface Card yang mengarah kepada penggunaan sehari – hari di dalam sebuah
jaringan. Kita juga bisa menyebut fungsi praktis dari NIC ini dengan istilah
manfaat dari NIC.
E.
Fungsi dan
Manfaat Praktis dari NIC
- Membangun sebuah jaringan komputer dan menghubungkan komputer satu dengan komputer lain
Manfaat dan fungsi praktis pertama dari sebuah NIC adalah
untuk membuat dan membanguns jaringan komputer, yang bertujuan untuk saling
menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya. Pembangunan sebuah
jaringan ini bertujuan untuk saling mempermudah komunikasi antar komputer,
sehingga dapat mempercepat transmisi data dan juga arus informasi yang ada.
Biasanya, pembuatan sebuah jaringan komputer yang
menggunakan NIC banyak digunakan pada jaringan yang bersifat local,
atau jaringan LAN. Karena itu, NIC juga sering disebut sebagai LAN Card. Konektivitas
Lokal atau LAN ini banyak digunakan pada suatu institusi ataupun organisasi
tertentu yang memiliki sebuah bank data atau database, dimana database tersebut
dituntut untuk melayani beberapa user yang berperan sebagai workstation.
- Membantu mempermudah keperluan pengiriman data dan informasi antar komputer
Dengan adanya NIC di dalam komputer, maka hal ini akan
membantu memudahkan sharing resources atau sumber daya antar komputer.
Ketika sebuah komputer sudah saling tehubung menggunakan NIC, maka komputer –
komputer tersebut akan mennjadi lebih mudah untuk bertukar informasi dan data.
User juga dapat memindahkan dokumen ke komputer lain
hanya dengan sekali klik, atau juga bisa mengakses data yang dimiliki oleh
server di dalam organisasi dengan mudah dan cepat, tanpa harus repot mencari –
cari lokasi data tersebut. Hal ini akan sangat membantu mempermudah dan
mempercepat pengelolaan dan juga manajemen data.
- Menghubungkan jaringan local dengan jaringan internet
NIC juga berperan penting dalam membangun koneksi ke dalam
jaringan internet. Hal ini terutama menggabungkan sebuah konektivitas LAN atau
local ke dalam koneksi di dalam jaringan Internet. Fungsi ini banyak terlihat
pada jaringan – jaringan di dalam warnet, dimana setiap komputer yang ada di
dalam warnet tersebut saling terhubung di dalam konteks jaringan local atau
LAN, namun juga tetap bisa terubung ke dalam jaringan internet.
Dengan begitu, maka user dapat membagi dan memecah
jaringan internet tersebut ke dalam beberapa komputer yang ada, tanpa harus
repot menggunakan banyak modem ataupun access point. User hanya perlu
untuk mengkoneksikan server ke dalam internet dan dengan NIC setiap
kompter yang terhubung ke dalam server tersebut akan terhubung juga ke dalam
jaringan internet.
- Mengintegrasikan komputer dengan beberapa peralatan elektronik
Di jaman modern ini tidak hanya komputer desktop ataupun
laptop saja yang memiliki konektivitas menggunakan NIC. Beberapa peralatan
elektronik lainnya seperti televisi, media player dan perangkat elektronik lain
juga memiliki NIC di dalam perangkatnya.
Hal ini sangat memungkinkan sebuah komputer bisa terkoneksi
dengan perangkat tersebut, dan komputer bisa berperan untuk mentransmisikan dan
mengontrol perangkat tersebut menggunakan konektivitas dari NIC.
F.
Manfaat
dari NIC di berbagai bidang
Secara tidak sadar adanya sebuah perangkat keras jaringan
bernama NIC di dalam komputer dan perangkat elektronik yang biasa kita gunakan
sehari – hari, membawa dampak yang sangat besar bagi kehidupan kita. Selain
dapat membantu mempermudah pekerjaan dan membuat proses transfer data serta
informasi menjadi lebih cepat dan praktis, penggunaan NIC sebagai media jaringan
membawa banyak dampak positif terhadap erbagai bidang yang ada. Berikut
ini beberapa contoh manfaat adanya NIC di berbagai bidang:
- Bisnis dan perkantoran
Dalam bidang bisnis, korporasi dan perkantoran, tentu saja
NIC ini memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah membantu agar setiap
komputer yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau perkantoran bisa saling
terhubung satu sama lain dengan server utama dari kantor tersebut.
- Bidang ekonomi
Di bidang ekonomi, adanya NIC ini dapat membantu mempercepat
arus informasi menganai perkembangan ekonomi, dan membantu mempermudah
transaksi secara elektronik dengan menggunakan komputer.
- Bidang pendidikan
Di dalam bidang pendidikan, NIC juga memiliki banyak peran.
Salah satu peran utama adalah pembuatan sebuah jaringan local untuk katalog
perpustakaan. Di dalam perpustakaan, user tidak perlu repot berkeliling
untuk mencari nomor panggil buku. Dengan memanfaatkan jaringan komputer, maka
dapat dengan mudah mencari nomor panggil dari buku yang akan anda cari.
- Bidang teknologi informasi
Dari segi teknologi informasi, adanya Network Interface Card
membantu membuka jalan bagi perkembangan teknologi informasi lainnya, sehingga
dapat menciptakan teknologi yang lebih canggih dan juga lebih bermanfaat lagi.
- Bidang sosial dan kemasyarakatan
Dari segi sosial, dengan adanya NIC didalam komputer kita,
akan membantu terhubung ke dalam jaringan – jaringan internet, yang membantu
kita bersosialisasi dengan teman di dalam dunia maya.
G.
Prinsip
Kerja NIC (Netwrok Interface Card)
NIC bekerja pada lapisan fisik, di mana data dipecah menjadi
bit kemudian dikirim melalui jaringan ke komputer lain yang kemudian dirangkai
kembali menjadi data utuh. Setiap NIC memiliki kode unik tersendiri, artinya
cuma ada satu, yang terdiri atas 12 digit kode yang disebut dengan MAC Address
(Media Access Control). Tujuan adanya MAC address adalah untuk menghindari
tabrakan antar data di jaringan. Misalnya node akan mengirimkan paket data,
maka sebelumnya akan melihat apakah jaringan sedang mengirimkan paket data atau
tidak. Jika node melihat jaringan tidak melakukan pengiriman paket data, maka
node akan melakukan pengiriman paket data.
Jika ada paket data yang dipancarkan pada saat node sedang
mengirimkan paket data, maka akan terjadi collision. Jika terjadi collision,
maka node dan jaringan akan berhenti bersamaan untuk mengirimkan paket data.
Setelah berhenti, node dan jaringan akan menunggu waktu secara acak untuk
mengirimkan paket data. Paket data yang mengalami collision akan dikirim
kembali saat ada kesempatan. Cara kerja ini sering dinamakan metode CSMA/CD (Carrier
Sence Multiple Access/Collison Detection), yaitu pengurusan bagi pengiriman
data oleh komputer/node secara serentak.
H.
Alur Kerja
NIC (Netwrok Interface Card)
Alur kerja pada NIC yaitu ketika sebuah komputer hendak
berkomunikasi dengan komputer lain maka ia akan memancarkan sinyal untuk
mencari alamat NIS yang di tuju. Jika alamat tersebut telah ditemukan, maka
komunikasi antar dua kartu ethernet dapat dilakukan. Bila NIC yang dituju
ternyata tengah menangani komunikasi dengan kartu ethernet lain nya, maka
terjadi tabrakan data atau collision. Keduanya kemudian akan berhenti memancarkan
sinyal, menunggu untuk kembali memancarkan sinyal dalam waktu yang acak,
sehingga kemudian dapat berkomunikasi kembali.
Daftar Pustaka
https://www.dosenpendidikan.com/pengertian-repeater-secara-umum/
https://www.nesabamedia.com/pengertian-bridge-dan-fungsi-bridge/
https://dosenit.com/jaringan-komputer/hardware-jaringan/pengertian-nic/
https://www.pro.co.id/pengertian-fungsi-prinsip-dan-alur-kerja-nic/
https://www.dosenpendidikan.com/pengertian-repeater-secara-umum/
https://www.nesabamedia.com/pengertian-bridge-dan-fungsi-bridge/
https://dosenit.com/jaringan-komputer/hardware-jaringan/pengertian-nic/
https://www.pro.co.id/pengertian-fungsi-prinsip-dan-alur-kerja-nic/
Komentar
Posting Komentar